Al Ustadz Hasan Basri Sambangi Kamar 17 Dalwa, Santri Makin Termotivasi Berbahasa Arab
Pasuruan, 25 April 2026 — Kunjungan Al Ustadz Hasan Basri selaku Ketua Departemen Bahasa Arab ke Kamar 17 Jamiah Bawah Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung hangat, akrab, dan penuh nilai kebersamaan. Kehadiran beliau menjadi momen istimewa bagi para santri, khususnya penghuni Kamar 17 yang sejak awal telah menantikan kedatangan tersebut dengan penuh antusias.
Dalam kunjungan tersebut, Al Ustadz Hasan Basri disambut langsung oleh para santri Kamar 17 Jamiah Bawah. Suasana kekeluargaan tampak terasa sejak awal kedatangan beliau. Para santri menunjukkan rasa hormat dan kegembiraan atas kehadiran salah satu tokoh penting dalam pengembangan bahasa Arab di lingkungan pesantren tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk mendapatkan arahan, motivasi, dan nasihat secara langsung. Dalam penyampaiannya, Al Ustadz Hasan Basri menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai dasar utama dalam menuntut ilmu. Menurut beliau, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kedekatan spiritual, adab, serta kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan di pesantren.
Selain memberikan nasihat keagamaan, beliau juga mendorong para santri agar terus meningkatkan semangat dalam mempelajari dan mempraktikkan bahasa Arab. Bahasa Arab, sebagaimana ditekankan dalam kesempatan tersebut, memiliki kedudukan penting dalam kehidupan santri. Selain menjadi bahasa Al-Qur’an dan hadis, bahasa Arab juga menjadi kunci utama dalam memahami berbagai literatur keislaman serta sarana komunikasi yang sangat ditekankan di lingkungan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.
“Bahasa Arab bukan hanya pelajaran, tetapi juga jalan untuk memahami agama dengan lebih dalam,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kunjungan tersebut. Para santri diharapkan tidak hanya mempelajari bahasa Arab secara teori, tetapi juga berani menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika Al Ustadz Hasan Basri berinteraksi langsung dengan para santri Kamar 17 yang berjumlah 23 orang. Dialog santai namun penuh makna membuat para santri merasa lebih dekat dan termotivasi. Dalam suasana yang akrab, para santri juga mendapatkan dorongan agar tidak takut melakukan kesalahan ketika berbicara bahasa Arab. Justru, keberanian untuk mencoba dinilai sebagai langkah penting dalam membangun kemampuan berbahasa.
Interaksi tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para santri. Mereka tidak hanya mendengarkan nasihat, tetapi juga merasakan langsung perhatian dan kepedulian beliau terhadap perkembangan bahasa Arab di kalangan santri. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran bahasa Arab membutuhkan konsistensi, lingkungan yang mendukung, serta kemauan kuat dari setiap individu.
Kunjungan tersebut kemudian ditutup dengan makan siang berjamaah pada pukul 13.00 WIB. Momen makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan dan ukhuwah yang terjalin erat antara Al Ustadz Hasan Basri dan para santri Kamar 17 Jamiah Bawah. Suasana sederhana namun penuh keakraban tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat semangat belajar, serta lebih aktif dalam menggunakan bahasa Arab di kehidupan sehari-hari. Kunjungan Al Ustadz Hasan Basri menjadi momentum penting yang tidak hanya mempererat hubungan antara pembina dan santri, tetapi juga menumbuhkan semangat baru dalam menciptakan lingkungan pesantren yang religius, ilmiah, dan berbahasa Arab.