Antusias Asatidzah dan Santri Sambut Iftitah Pembacaan Kitab Shahih Bukhari
Pasuruan — Iftitah Pembacaan Kitab Shahih Bukhari yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) mendapatkan sambutan antusias dari para asatidzah dan santri. Kegiatan keilmuan tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Rajab ini dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat pemahaman terhadap hadis-hadis shahih Rasulullah SAW sebagai salah satu sumber utama ajaran Islam.
Iftitah pembacaan Kitab Shahih Bukhari tersebut dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB bertempat di Masjid Baitul Ghaffar, kawasan Pondok Pesantren Dalwa pusat. Acara ini dihadiri oleh para ulama dan habaib, jajaran asatidzah Dalwa, serta diikuti oleh seluruh santri Dalwa pusat. Sejak awal kegiatan, suasana khidmat dan penuh perhatian tampak menyelimuti majelis ilmu, mencerminkan besarnya perhatian civitas pesantren terhadap kajian hadis.
Menurut para asatidzah, pembacaan Kitab Shahih Bukhari memiliki nilai strategis dalam membekali santri dengan pemahaman hadis yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kitab karya Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari tersebut dikenal dengan metode periwayatan yang sangat ketat, sehingga hadis-hadis yang termuat di dalamnya menjadi rujukan utama dalam memahami sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu asatidzah Dalwa menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membimbing santri agar lebih mengenal hadis-hadis shahih, sekaligus memahami perbedaan antara hadis yang kuat dan hadis yang lemah. Dengan demikian, santri diharapkan memiliki sikap kehati-hatian dalam menerima dan menyampaikan informasi keagamaan, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Pembacaan Shahih Bukhari ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pendidikan metodologi berpikir santri agar berpegang pada hadis-hadis Rasulullah SAW yang benar-benar shahih dan memiliki dasar keilmuan yang jelas,” ungkapnya.
Antusiasme juga datang dari kalangan santri. Mereka menilai kegiatan pembacaan Kitab Shahih Bukhari memberikan pengalaman belajar yang berbeda, karena tidak hanya membaca teks hadis, tetapi juga mempelajari konteks, sanad, serta penjelasan para ulama. Hal tersebut dinilai sangat membantu dalam memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman agama.
Salah seorang santri mengungkapkan bahwa melalui kajian ini, dirinya merasa lebih percaya diri dalam memahami ajaran Islam karena bersandar pada sumber yang jelas. Ia juga menilai pembacaan Kitab Shahih Bukhari menjadi sarana pembinaan intelektual yang penting bagi santri dalam menjalani proses belajar di pesantren.
“Kami menjadi lebih mengenal hadis-hadis shahih Rasulullah SAW dan memahami bagaimana para ulama menjaga keotentikan hadis. Ini sangat membantu kami agar tidak mudah menerima atau menyebarkan hadis yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Rangkaian pembacaan Kitab Shahih Bukhari ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap hari hingga akhir bulan Rajab. Selama pelaksanaannya, santri diwajibkan mengikuti kajian dengan tertib dan penuh kesungguhan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter ilmiah dan spiritual.
Melalui antusiasme yang ditunjukkan oleh asatidzah dan santri, Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis shahih Rasulullah SAW. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab pesantren dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta memiliki pemahaman agama yang kokoh dan moderat.