Dalwa TV Logo

Belajar dari Pengalaman Ponpes Dalwa, Peserta Studi Banding UINSA Perdalam Ilmu Manajemen Media dan Perfilman

14 Jan 2026 Oleh: Tim Redaksi Pesantren
Belajar dari Pengalaman Ponpes Dalwa, Peserta Studi Banding UINSA Perdalam Ilmu Manajemen Media dan Perfilman

Dalwa TV – Pasuruan, 9 Desember 2025. Hotel Dalwa Syariah Pasuruan menjadi pusat perhatian dengan terselenggaranya kegiatan studi banding dari UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang melibatkan para pengelola media pesantren dari berbagai daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Multimedia yang telah berlangsung selama satu bulan dan diprakarsai oleh Aris, M.Kom, selaku Ketua LP2M UINSA. Tidak seperti kegiatan studi banding pada umumnya, peserta kali ini bukan mahasiswa, melainkan para praktisi media pesantren yang sehari-hari terlibat langsung dalam produksi konten, pengelolaan website, serta manajemen media internal pesantren.

Acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Imaduddin, M.Pd.I dan Aris, M.Kom, yang keduanya menyoroti signifikansi penguatan kompetensi digital bagi lembaga pesantren. Dalam sambutannya, Dr. Imaduddin menyampaikan bahwa media saat ini bukan hanya sarana informasi, tetapi juga alat dakwah yang strategis. Sementara itu, Aris, M.Kom menekankan bahwa pelatihan ini dirancang agar para pengelola media pesantren mampu memahami alur kerja multimedia secara profesional, mulai dari konsepsi hingga distribusi konten.

Memasuki sesi inti, peserta menerima materi pertama dari Ustadz Kholid Hasan, S.Sos., M.I.Kom, yang mengulas secara rinci tentang manajemen internal Dalwa TV. Beliau menjelaskan bagaimana Dalwa TV membangun sistem kerja yang terstruktur, pembagian tugas dalam tim produksi, hingga strategi menjaga kualitas program di tengah perkembangan media modern. Materi ini memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai pentingnya tata kelola media yang konsisten dan terukur.

Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Adil Rahmatullah, M.Pd., yang membahas dunia perfilman dari sisi teknis dan estetika. Ia memberikan penjelasan tentang pemilihan angle, pencahayaan, alur pengambilan gambar, hingga prinsip-prinsip dasar storytelling visual. Penjelasan tersebut disambut antusias oleh peserta yang sebagian besar masih baru dalam aspek teknis produksi video.

Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi tanya jawab, di mana panitia membuka kesempatan bagi lima penanya dari peserta laki-laki dan tiga penanya dari peserta perempuan. Ragam pertanyaan yang muncul cukup mendalam, mulai dari strategi pengembangan media pesantren, optimalisasi website, hingga peralatan yang efisien untuk produksi konten. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan minat peserta yang tinggi untuk mengembangkan media mereka masing-masing.

Usai sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang dipandu oleh Ustadz Arif Mukhlis, S.Pd, Manager Marketing Dalwa TV. Sesi ini berlangsung meriah dan memberikan nuansa keakraban antara peserta dan panitia. Setelah itu, kegiatan resmi ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. Sholahuddin Hasyim, M.Pd.I, yang memohonkan keberkahan atas seluruh proses dan ilmu yang telah didapat selama kegiatan berlangsung.

Tidak berhenti di situ, peserta kemudian diarahkan untuk melakukan kunjungan lapangan ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, termasuk kunjungan langsung ke kantor pertelevisian Dalwa TV. Kunjungan ini didampingi oleh Dr. Imaduddin beserta jajaran pimpinan Dalwa TV, sehingga peserta dapat melihat langsung proses kerja, ruang editing, studio, serta mekanisme produksi yang berjalan setiap hari.

Dalam sesi wawancara, beberapa peserta memberikan tanggapan mereka. Khulaifi, peserta dari Martapura, menjelaskan bahwa pelatihan multimedia yang diikutinya “sudah dimulai sejak 13 November 2025 dan akan berakhir pada 13 Desember. Jadi bisa dibilang satu bulan lah,” ungkapnya. Sementara itu, Wildan Kholid, peserta dari Sulawesi Barat yang mewakili Ponpes Salafiyah Parappe, mengaku mendapat banyak ilmu baru. “Alhamdulillah, saya mulai ada gambaran terkait pengelolaan website. Kebetulan saya juga bagian jurnalistik dan IT,” ujarnya.

Adapun Muji, M.T., Kaprodi Jurusan Teknologi, menyampaikan harapan yang lebih strategis. “Harapan saya, seluruh peserta bisa mengenali multimedia lebih dalam sekaligus menjadi senjata pondok pesantren untuk meng-counter konten-konten zaman sekarang yang memojokkan para kiai,” tuturnya.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, studi banding dan pelatihan multimedia yang diselenggarakan UINSA bekerja sama dengan Dalwa TV diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem media pesantren. Para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep multimedia, tetapi juga mampu menerapkannya untuk memperluas dakwah, membangun citra pesantren yang positif, dan menghadirkan konten berkualitas di tengah arus informasi digital yang semakin kompetitif.