Dari Lighting Show hingga Qosidah, Halal bi Halal Asatidzah Dalwa 2026 Sukses Curi Perhatian
Pasuruan — Keluarga besar Darullughah Wadda’wah (Dalwa) menggelar acara Halal bi Halal asatidzah pada 1 Mei 2026 di lapangan utama Pondok Pesantren Dalwa pusat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar guru sekaligus merawat semangat kebersamaan dalam lingkungan pesantren.
Sejak awal, suasana acara sudah terasa hidup. Penampilan qosidah dari Mamba’us Shofa dan grup nasyid Alawiyyin membuka rangkaian kegiatan dengan nuansa religius yang hangat. Antusiasme semakin memuncak saat Mudirul Ma’had, Abuya Zein Baharun, hadir bersama sejumlah masyayikh dan guru senior seperti Syekh Muhdhor, Syekh Syadzi, dan Syekh Mahir. Kehadiran Al Habib Sholeh Al Attos, yang merupakan bagian dari generasi awal pengajar Dalwa, turut menambah nilai historis dan emosional dalam acara tersebut.
Pembukaan acara dikemas secara modern melalui lighting show dan tampilan videotron yang menampilkan visual alam hijau yang menenangkan. Tayangan tersebut juga memuat cuplikan dokumenter Halal bi Halal tahun sebelumnya, menciptakan nuansa reflektif sekaligus nostalgik. Setelah itu, seluruh peserta berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan penampilan madihin yang menghibur, disusul sesi sambutan dari berbagai perwakilan. Sambutan pertama disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Habib Segaf Baharun, M.H.I atas nama keluarga besar pesantren. Selanjutnya, suara santri diwakili oleh Mutakhossis Noval Hamdani, yang menyampaikan pesan dengan penuh semangat. Sambutan ketiga datang dari perwakilan dewan guru dan staf pengajar yang disampaikan oleh Syekh Samih Al Kuhali.
Tidak hanya formalitas, acara ini juga menghadirkan unsur kreatif melalui drama bertema alam dan kisah pemuda yang tersesat, yang sarat makna reflektif. Suasana kemudian semakin cair dengan sesi wawancara bersama Chef Eko, seorang executive chef yang dikenal dengan kreativitas dan konsistensi kualitas masakannya.
Penampilan qosidah oleh Syekh Muhammad Hasan Jauhari bersama Mamba’us Shofa kembali menghidupkan suasana spiritual. Acara dilanjutkan dengan drama sesi kedua, lalu penampilan spesial dari Hibbun Nabi yang membawakan lagu dari serial kartun “Jumbo” dalam versi Bahasa Arab—sebuah sentuhan unik yang menarik perhatian para hadirin.
Kemeriahan semakin terasa saat pembagian doorprize dan sesi pesan-kesan dari para asatidzah. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan syi’ir oleh Habib Musthofa Al Jufri yang penuh makna, dilanjutkan pesan motivasi dari Al Habib Ali bin Hasan Baharun.
Sebagai penutup yang khidmat, doa dipanjatkan oleh Mudirul Ma’had Abuya Zein Baharun, menandai berakhirnya rangkaian acara dengan penuh harap dan keberkahan.
Halal bi Halal ini tidak sekadar menjadi ajang temu, tetapi juga ruang ekspresi, refleksi, dan penguatan nilai kebersamaan dalam bingkai tradisi pesantren yang terus hidup dan relevan di era modern.