Dalwa TV Logo

El Mufiq Gelar Seminar Metodologi Bahtsul Masa’il: Gus Vaurak Tsabat Ungkap Akar Tradisi dan Teknik Analisis Fiqih

18 Oct 2026 Oleh: Tim Redaksi Pesantren
El Mufiq Gelar Seminar Metodologi Bahtsul Masa’il: Gus Vaurak Tsabat Ungkap Akar Tradisi dan Teknik Analisis Fiqih

Pasuruan, DalwaTv — Tradisi intelektual pesantren kembali mendapat ruang penguatan melalui seminar bertajuk “Bincang Santai Seputar Ilmu Metodologi Bahtsul Masa’il” yang diselenggarakan oleh El Mufiq (Musyawaroh Fiqhiyah) bekerja sama dengan Perpustakaan Dalwa pada Rabu malam Kamis, 10 Desember 2025. Acara ini berlangsung di Maktabah Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, lantai 8 Mabna Abuya Hasan, Ponpes Darullughah Wadda’wah, mulai pukul 21.00 WIB hingga acara selesai.

 Kegiatan ini menghadirkan Gus Vaurak Tsabat, salah satu aktivis sekaligus perumus metode bahtsul masa’il di Ponpes Lirboyo dan Ponpes Besuk Pasuruan. Sebagai narasumber utama, beliau memaparkan materi secara sistematis, menyeluruh, dan penuh contoh konkret. Seminar tersebut digagas sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman santri mengenai pola berpikir fiqih, khususnya dalam mengurai masalah kekinian dengan pendekatan klasik yang terstruktur.

 Dalam pemaparannya, Gus Vaurak mengajak peserta menyusuri jejak panjang bahtsul masa’il mulai dari era awal penyelenggaraannya di tanah Jawa hingga menjadi forum ilmiah yang hidup di berbagai pesantren besar. Ia menjelaskan bagaimana bahtsul masa’il berkembang dari sebuah forum internal menjadi wadah dialog keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren sampai hari ini.

 Tidak hanya historis, materi seminar juga menukik pada aspek teknis. Gus Vaurak menguraikan langkah-langkah analisis masalah fiqih, kaidah penetapan ‘illat hukum, hingga standar penulisan dalil yang sahih sesuai tradisi para ulama. Kitab Nihayatul Muhtaj menjadi salah satu contoh rujukan yang dipaparkan secara mendalam sebagai gambaran betapa terstrukturnya metode para fuqaha dalam merumuskan hukum.

 Dengan gaya penyampaian yang ringan namun penuh bobot ilmiah, beliau menekankan bahwa bahtsul masa’il bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan sebuah sistem pendidikan ulama yang melatih ketajaman berpikir, kecermatan memilih pendapat, dan kedewasaan dalam berijtihad jama’i. “Bahstul masa’il terbukti menjadi forum diskusi ilmiah yang mencetak kader ulama’,” tegasnya.

 Selama seminar, Gus Vaurak tidak tampil sendirian. Ia didampingi oleh Ustadz Hilmi, Ro’is Perpustakaan Dalwa, dan Ustadz Adlika, salah satu aktivis bahtsul masa’il Ponpes Darullughah Wadda’wah. Kehadiran keduanya memperkuat dinamika diskusi, terutama ketika peserta mengajukan pertanyaan seputar praktik bahtsul masa’il yang berlangsung sehari-hari di pesantren.

 Interaksi yang terbangun tidak hanya satu arah. Peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai contoh-contoh kasus fiqih kontemporer, metode menentukan pendapat yang paling rajih, serta bagaimana membedakan antara ‘illah, hikmah, dan qarinah dalam proses istinbath hukum. Diskusi berjalan hidup, menunjukkan antusiasme para santri terhadap kajian metodologi yang jarang diulas secara detail.

 Seminar ini bukan hanya menjadi transfer wawasan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga tradisi ilmiah pesantren. Dengan semangat yang dibawa narasumber dan antusiasme peserta, seminar ini menjadi salah satu momentum berharga bagi santri Ponpes Darullughah Wadda’wah untuk semakin memahami bahwa bahtsul masa’il bukan hanya tradisi diskusi, tetapi bagian dari sistem akademik pesantren yang selama ini menjadi dapur lahirnya para ulama.