Dalwa TV Logo

Lewat Nobar Interaktif Film G30S/PKI, BEM UII Dalwa Tanamkan Nilai Sejarah dan Rekonsiliasi Kebangsaan bagi Santri

18 Oct 2026 Oleh: Tim Redaksi Pesantren
Lewat Nobar Interaktif Film G30S/PKI, BEM UII Dalwa Tanamkan Nilai Sejarah dan Rekonsiliasi Kebangsaan bagi Santri

PASURUAN — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah (BEM UII Dalwa) menggelar agenda nonton bareng (nobar) film dokumenter sejarah Gerakan 30 September (G30S/PKI) di kawasan Taman Baca Kampus Dalwa Pusat, Bangil, Pasuruan, Kamis (1/10/2026) malam. Kegiatan pemutaran film ini dimulai tepat seusai pelaksanaan salat Isya berjamaah.

Inisiatif tersebut dirancang sebagai sarana edukasi visual untuk mengingatkan para santri terhadap peristiwa penting dalam lintasan sejarah Indonesia, khususnya tragedi yang berlangsung pada akhir September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta. Melalui visualisasi peristiwa masa lalu tersebut, generasi muda pesantren diajak memahami konteks sejarah kebangsaan secara jernih, sekaligus memetik pelajaran berharga agar disintegrasi bangsa tidak kembali terulang.

Metode Nobar Interaktif Setiap 30 Menit

Jalannya pemutaran film berlangsung khidmat, tertib, dan penuh konsentrasi. Untuk menyiasati durasi film yang panjang, panitia pelaksana menerapkan format khusus dengan membagi penayangan ke dalam beberapa segmen interaktif.

Setiap 30 menit pemutaran berjalan, tayangan dijeda sejenak. Pada momen jeda tersebut, pembawa acara langsung memandu sesi diskusi dua arah.

Sesi ini diisi dengan pemberian pertanyaan pemantik seputar adegan yang baru saja disaksikan, sekaligus membuka ruang tanya jawab bagi peserta yang ingin mendalami latar belakang peristiwa. Pendekatan terstruktur ini terbukti efektif menjaga fokus santri agar tidak sekadar menonton, tetapi benar-benar mencerna substansi sejarah dan memetik hikmah di balik alur cerita.

Refleksi Kemanusiaan dan Menjaga Akal Sehat

Format pemutaran yang diselingi diskusi ini menuai respons positif dari kalangan peserta. Salah seorang santri yang hadir, Hafiz, menuturkan bahwa pemutaran film ini memberi gambaran nyata mengenai bahaya fanatisme buta dan konflik horizontal yang berujung pada kekerasan antarsesama anak bangsa.

"Film ini memperlihatkan potret nyata bahwa fanatisme dan kebencian antarkelompok pada akhirnya berujung pada hal yang sama: pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan hilangnya nyawa. Menjaga akal sehat serta merawat ruang dialog adalah harga mati agar bangsa kita tidak mudah diadu domba," ungkap Hafiz seusai acara.

Antusiasme santri tampak konsisten hingga seluruh rangkaian penayangan tuntas. Melalui kemasan nobar edukatif ini, BEM UII Dalwa berharap kesadaran historis santri semakin kokoh, senantiasa mengedepankan dialog rasional, serta terus berkontribusi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.