Majelis Al-Hikam di Ponpes Dalwa Jadi Momentum Silaturahmi Alumni Al-Hasaniyah
DalwaTv, Pasuruan — Kegiatan alumni Al Hasaniyah rutin kembali digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah. Majelis pembacaan Kitab Al-Hikam karya ulama besar Al-Imam Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari yang dipimpin oleh Prof. Dr. Al Habib Segaf Baharun M.H.I kembali terselenggara pada malam Jumat, sebagai bagian dari agenda bulanan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Acara berlangsung di Mabna Abuya Hasan lantai 9, dan diikuti oleh para asatidzah, santri senior, serta para alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah dan turut dihadiri juga oleh alumni Hai’ah As-Shoffwah (Abuya Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, Makkah).
Kegiatan ini dipandang penting sebagai upaya menjaga tradisi keilmuan tasawuf di lingkungan pesantren. Kitab Al-Hikam yang menjadi materi utama kajian, merupakan salah satu karya monumental dalam disiplin tasawuf, berisi nasihat-nasihat hikmah, adab spiritual, dan peneguhan tauhid. Hadirnya para alumni dari berbagai daerah menunjukkan ikatan emosional sekaligus intelektual yang terus terpelihara antara mereka dengan pesantren.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Maulid, sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, peserta mendengarkan penjelasan (syarh) mendetail dari Al Habib Segaf Baharun, yang mengurai satu per satu hikmah yang dibacakan. Penjelasan ini tidak hanya berfokus pada teks, tetapi juga konteks filosofis dan implementasi moral dalam kehidupan sehari-hari. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa untuk keberkahan para jamaah dan keselamatan umat.
Dalam sesi penjelasan, Habib Segaf menegaskan bahwa majelis seperti ini sangat penting untuk membina kepekaan spiritual para penuntut ilmu, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Majelis ini bukan sekadar membaca kitab. Kita berusaha menangkap ruh dan makna yang disampaikan para ulama. Al-Hikam memandu kita memahami adab kepada Allah dan menata hati agar tidak terjebak pada ketergantungan duniawi,” ujar salah satu asatidzah.
Menurutnya, konsistensi dalam menghadiri majelis keilmuan merupakan salah satu cara menjaga keteguhan hati dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para alumni yang hadir. Ustadz Faizin, salah satu alumni Dalwa yang kini berdomisili di Malang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk kembali menguatkan ikatan dengan pesantren.
“Setiap kali ikut kajian Al Hikam, kami merasakan suasana seperti ketika masih mondok. Ada suasana keberkahan dan kedekatan dengan guru yang tidak bisa digantikan. Selain menambah ilmu, ini juga momentum silaturahmi,” ungkapnya.
Bagi sebagian alumni, keberadaan majelis ini menjadi tempat mengisi ulang energi spiritual sebelum kembali menjalani aktivitas masing-masing.
Meski digelar secara rutin, antusiasme peserta tidak pernah berkurang. Peserta datang dari berbagai kalangan; mulai dari asatidzah pengajar, santri senior, hingga alumni lintas angkatan. Kehadiran alumni Hai’ah As-Shoffwah dari Makkah menambah nuansa internasional dalam majelis ini, mengingat sanad keilmuan Al-Hikam juga dijaga melalui jalur para ulama Haramain.
Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap bulan pada malam Jumat, selama tidak terjadi hambatan teknis. Selain menjaga kesinambungan tradisi keilmuan di lingkungan pesantren, majelis ini juga diharapkan menjadi ruang berkumpulnya para alumni Al-Hasaniyah untuk mempererat silaturahmi dengan pondok serta berjumpa kembali dengan para guru dan masyaikh.