Dalwa TV Logo

Malam Penuh Ilmu di Dalwa: Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan Jadi Ajang Semangat Keilmuan Santri

18 Oct 2026 Oleh: Tim Redaksi Pesantren
Malam Penuh Ilmu di Dalwa: Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan Jadi Ajang Semangat Keilmuan Santri

Pasuruan, 20 Mei 2026 — Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah kembali menggelar kegiatan Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dimulai pukul 21.00 WIB dan berlangsung di halaman Mabna Binayah Jadidah dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh semangat keilmuan.

Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan ini diikuti oleh berbagai unsur santri dari sejumlah kelas, organisasi, serta ittihad yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Dalwa. Kehadiran para santri dari berbagai tingkatan menunjukkan besarnya antusiasme mereka dalam mengikuti forum ilmiah yang membahas persoalan-persoalan fiqih secara mendalam.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren. Melalui musyawarah fiqhiyyah, para santri tidak hanya diajak untuk memahami hukum-hukum Islam secara tekstual, tetapi juga dilatih untuk menelaah masalah dengan pendekatan ilmiah, argumentatif, dan bertanggung jawab. Pembahasan yang dilakukan dalam forum ini menjadi sarana pembentukan nalar fiqih santri agar mampu memahami dalil, pendapat ulama, serta cara pengambilan hukum berdasarkan rujukan kitab-kitab turats.

Forum musyawarah seperti ini memiliki nilai strategis dalam dunia pesantren. Santri tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga didorong untuk aktif berpikir, menyampaikan pendapat, menelaah ibarat kitab, serta menguatkan argumentasi berdasarkan referensi yang valid. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang hidup dan dinamis, sekaligus menjadi latihan nyata bagi santri dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan di tengah masyarakat.

Selain diikuti oleh berbagai kelas, organisasi, dan ittihad, kegiatan Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan asatidz di lingkungan Pondok Pesantren Dalwa. Turut hadir Pembina Perpustakaan Dalwa, Al-Ustadz Muhammad Hilmi, yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap penguatan budaya literasi dan tradisi kajian kitab di kalangan santri.

Kehadiran Al-Habib Muhammad bin Thohir bin Yahya juga memberikan nilai tersendiri dalam kegiatan tersebut. Beliau turut menyaksikan jalannya musyawarah dan memberikan dukungan terhadap upaya pesantren dalam menghidupkan forum-forum ilmiah yang memperkuat pemahaman agama para santri. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Al-Ustadz Muhammad Adlika Adnan, yang ikut membersamai jalannya acara dan memberikan perhatian terhadap pengembangan kualitas keilmuan santri.

Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan ini menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah terus berkomitmen dalam melestarikan tradisi ilmiah Ahlussunnah wal Jamaah. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pesantren tetap menempatkan kajian fiqih sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi santri yang matang secara intelektual, kuat secara spiritual, dan siap berkhidmah kepada umat.

Kegiatan yang digelar di halaman Mabna Binayah Jadidah tersebut juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar-santri, organisasi, dan ittihad di lingkungan Pondok Pesantren Dalwa. Melalui forum ini, setiap peserta memiliki kesempatan untuk saling belajar, bertukar pandangan, dan memperluas wawasan dalam memahami persoalan fiqih yang berkembang.

Lebih dari sekadar agenda rutin bulanan, Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan merupakan bagian dari proses kaderisasi keilmuan santri. Forum ini melatih santri agar terbiasa membaca, meneliti, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat secara terarah. Kemampuan tersebut sangat penting bagi santri, terutama ketika kelak mereka terjun ke masyarakat dan menghadapi berbagai pertanyaan keagamaan yang membutuhkan jawaban bijak, ilmiah, dan sesuai dengan tuntunan para ulama.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Dalwa berharap para santri semakin mencintai ilmu, memperkuat tradisi membaca kitab, serta mampu menjadikan fiqih sebagai pedoman dalam memahami kehidupan beragama. Musyawarah Fiqhiyyah Bulanan juga diharapkan dapat terus menjadi ruang pembinaan intelektual santri yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembelajaran formal, tetapi juga aktif membangun budaya ilmiah di luar kelas. Tradisi musyawarah, bahtsul masail, dan kajian kitab menjadi bagian penting dari identitas pesantren yang terus dijaga dan dikembangkan dari generasi ke generasi.