Meneladani Ulama Makkah: Daurah Ilmiah Ponpes Dalwa Teguhkan Sanad dan Akhlak Santri
PASURUAN – Masjid Baitul Ghaffar Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Ponpes Dalwa), Bangil, Pasuruan, dipadati ratusan santri yang antusias mengikuti agenda Daurah Ilmiah pada Selasa malam (6/10/2026).
Pertemuan keilmuan yang dimulai selepas salat Magrib ini menghadirkan langsung barisan ulama dan habaib terkemuka yang merupakan alumni ulama besar Makkah, Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani.
Majelis ilmiah ini diselenggarakan sebagai sarana penguatan keilmuan, penanaman adab, sekaligus mempererat mata rantai sanad keilmuan para santri dengan tradisi para ulama Timur Tengah.
Pertemuan akbar ini terasa istimewa lantaran dihadiri oleh para tokoh terkemuka lulusan Rushaifah, Makkah. Di antara para masyayikh yang hadir langsung di mimbar utama adalah:
- Al-Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus
- Al-Habib Ahmad bin Abdullah Al-Attas
- Al-Habib Haydar Al-Attas
- Al-Habib Ahmad bin Musa Al-Habsyi
- Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi
- Al-Habib Shodiq bin Hasan Baharun
- Syekh Muhammad Ruqaymi
Kehadiran para tokoh lintas daerah tersebut memberikan atmosfer taklim yang sarat wibawa keilmuan di tengah-tengah keluarga besar Ponpes Dalwa.
Jalannya agenda daurah berlangsung tertib dan sarat konsentrasi. Seluruh santri yang memenuhi lantai utama masjid tampak menyimak dengan saksama untaian tausiah yang disampaikan secara bergantian oleh para pemateri.
Masing-masing masyayikh menjabarkan nasihat seputar pentingnya memurnikan niat dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak terhadap guru, hingga konsistensi dalam mengamalkan kitab-kitab kuning yang selama ini dipelajari di pesantren.
Puncak acara ditandai dengan momen sakral ketika Al-Habib Muhammad bin Abdullah bin Ali Al-Attas memimpin pembacaan ijazah keilmuan umum yang dianugerahkan secara serentak kepada seluruh santri yang hadir di majelis. Momen penganugerahan ijazah sanad ini disambut penuh rasa syukur oleh para santri yang langsung mengaminkannya secara serempak.
Melalui majelis daurah ilmiah ini, para santri diharapkan mampu menyerap spirit keikhlasan serta keteladanan dakwah para ulama pendahulu, sehingga kelak menjadi bekal berharga saat mengabdi di tengah-tengah masyarakat luas. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama penuh khidmat menjelang malam.