Mengejutkan! Bukan Cuma Ganti Warna, Ini Alasan Abuya Lakukan Pemugaran Lapangan Dalwa Demi Santri
PASURUAN — Ada pemandangan berbeda yang menyita perhatian di area komplek Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan. Lapangan serbaguna yang selama bertahun-tahun menjadi saksi bisu dinamika ribuan penuntut ilmu kini tampil megah dengan balutan warna baru yang bersih, segar, dan berkelas internasional.
Pemugaran ini bukan tanpa alasan. Lapangan utama tersebut tercatat telah cukup lama tidak tersentuh pembaruan warna, bahkan sejak sebelum berdirinya gedung mabna abuya Hasan. Mengingat fungsinya yang vital sebagai pusat aktivitas harian santri, pihak pondok akhirnya memutuskan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk merombak total tampilan visual lapangan.
Kepala Tukang Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah, Bapak Amar, mengungkapkan bahwa peremajaan ini berangkat langsung dari arahan pimpinan pesantren, Abuya, yang menginginkan lingkungan asrama memiliki estetika yang rapi, modern, dan bermartabat.
"Abuya ingin melihat tampilan yang elegan dan bersih dengan kombinasi warna-warna baru yang kerap diaplikasikan pada event-event olahraga internasional," jelas Pak Amar saat ditemui di sela-sela pengerjaan.
Kombinasi corak biru cerah, biru laut, oranye hangat, serta lintasan tepian merah marun menghadirkan kontras visual yang memikat di tengah megahnya arsitektur asrama Dalwa. Meski pemilihan warna mengadopsi standar visual modern, nuansa ini secara tersirat mencerminkan jati diri Dalwa itu sendiri: sebuah wadah besar yang merangkul keberagaman santri dari berbagai penjuru suku, ras, daerah, dan latar belakang yang melebur rukun dalam menuntut ilmu syariat.
Transformasi visual ini sontak mengundang antusiasme luar biasa dari para santri. Sejak garis-garis pembatas lapangan mulai ditarik rapi, gairah dan rasa tidak sabar tampak jelas di wajah para penghuni asrama yang rindu kembali berolahraga dan berkegiatan bersama di atas lantai semen baru tersebut.
Kendati demikian, pihak pengelola menekankan pentingnya rasa kepemilikan (sense of belonging) dan tanggung jawab moral dari seluruh elemen pesantren. Pemugaran berskala besar ini memakan ikhtiar dan biaya yang tidak sedikit semata-mata untuk memfasilitasi dan menyenangkan santri.
"Harapan kita semua, fasilitas ini dirawat bersama. Kita harus ingat bagaimana pengorbanan Abuya dan segenap pengurus yang telah mengeluarkan biaya besar demi kebahagiaan para santri. Divisi kebersihan (Qismut Tandhif), divisi keamanan (Qismul Amn), dan kita semua harus aktif saling mengingatkan agar lapangan ini tetap awet dan bersih," pungkas Pak Amar.