Opening Festival Hari Bahasa Arab di Dalwa Berlangsung Meriah: Soroti Tantangan & Peluang Bahasa Arab di Era Digital
Pasuruan, DalwaTv — Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) resmi membuka rangkaian peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia melalui sebuah acara pembukaan (opening) yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Jum’at malam, 5 Desember 2025, bertempat di Masjid Baitul Ghoffar, Dalwa Pusat.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar Dalwa untuk kembali meneguhkan komitmen dalam menghidupkan, menjaga, dan mengembangkan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan peradaban.
Opening ini dihadiri oleh seluruh santri Ponpes Dalwa Pusat, jajaran asatidzah, serta para masyayikh Dalwa yang datang dari berbagai daerah di negara Timur Tengah. Antusiasme terlihat sejak awal, di mana para santri memenuhi setiap sudut masjid dengan penuh kesiapan mengikuti rangkaian acara pembukaan.
Kehadiran para masyayikh yang memiliki otoritas keilmuan tinggi semakin menambah wibawa dan kekhidmatan acara, menjadikan opening ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga majelis ilmu yang sangat berharga.
Puncak dari opening Hari Bahasa Sedunia tahun ini adalah Seminar Bahasa Arab yang disampaikan oleh tokoh akademisi internasional, Prof. Dr. Najeeb Ali Abdullah Assoudi, seorang pakar bahasa Arab yang telah banyak berkarya dalam dunia linguistik dan pengembangan pendidikan bahasa di berbagai negara.
Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema:
تَحَدِّيَاتُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ وَفُرَصُهَا فِي العَصْرِ الرَّقْمِيِّ
Tantangan Bahasa Arab dan Peluangnya di Era Digital
Prof. Najeeb menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya membawa tantangan bagi pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga membuka pintu peluang baru. Menurutnya, era digital memungkinkan penyebaran ilmu bahasa Arab lebih cepat dan luas melalui platform daring, aplikasi pembelajaran, hingga kecerdasan buatan ( AI ). Namun di saat yang sama, kemajuan ini menuntut para penuntut ilmu untuk lebih adaptif, kritis, dan cermat dalam memilah sumber-sumber keilmuan.
Beliau juga menegaskan bahwa santri Dalwa memiliki potensi besar untuk menjadi generasi penjaga bahasa Arab yang mampu menjawab tantangan zaman, mengingat lingkungan pesantren yang sangat memprioritaskan penggunaan bahasa dalam keseharian.
Melalui opening ini, pihak pesantren berharap agar seluruh santri semakin bersemangat dalam menghidupkan bahasa Arab, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam pendalaman ilmu. Hari Bahasa Sedunia yang diperingati setiap tahun di Dalwa bukan sekadar acara simbolis, tetapi merupakan gerakan besar yang menegaskan identitas pesantren sebagai pusat pengembangan bahasa Arab.
Acara pembukaan ditutup dengan penuh khidmat, meninggalkan pesan mendalam bahwa bahasa Arab bukan hanya bahasa agama, tetapi juga bahasa masa depan yang memiliki peran strategis dalam era digital global.