Rutinitas setoran kosakata Harian, Cara Dalwa Bentuk Lingkungan Santri Berbahasa Arab
PASURUAN — Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) terus menegakkan budaya berbahasa Arab yang aktif dan konsisten melalui program setoran mufrodat. Kegiatan menghafal kosakata ini wajib diikuti seluruh santri setiap malam dan menjadi salah satu program unggulan pesantren.
Setoran mufrodat dilaksanakan setiap malam seusai santri menuntaskan setoran Hifzhul Mutun. Setelah kegiatan itu, para santri kembali ke kamar masing-masing untuk menyetorkan hafalan kosakata kepada petugas Bagian Bahasa yang bertugas di setiap kamar.
Kosakata yang disetorkan berasal dari daftar mufrodat yang disusun dan dibagikan oleh Bagian Bahasa Pusat pondok. Materi hafalan tidak terbatas pada kosakata sehari-hari, tetapi juga mencakup beragam ungkapan dan percakapan bahasa Arab yang lazim digunakan dalam keseharian santri.
Melalui metode ini, santri diharapkan tidak sekadar menghafal arti kata, melainkan terbiasa menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi sarana pembinaan disiplin berbahasa di lingkungan pesantren, dengan mewajibkan seluruh santri menuntaskan setoran setiap hari tanpa terkecuali.
Sebagai bentuk penegakan disiplin, santri yang belum menyetorkan hafalan tidak diperkenankan memasuki kamar. Akses masuk baru diberikan setelah santri menuntaskan kewajibannya kepada petugas bahasa.
Melalui setoran mufrodat yang berlangsung setiap malam, Dalwa berupaya memperkuat budaya berbahasa Arab secara berkelanjutan. Konsistensi menghafal kosakata dan mempraktikkannya dalam percakapan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi santri, sekaligus mencetak lulusan yang unggul dalam penguasaan bahasa Arab sebagai bekal memahami khazanah keilmuan Islam.