Dalwa TV Logo

Tamrin Muhadoroh, Tradisi Latihan Ceramah 3 Bahasa Santri Dalwa Warisan Sang Pendiri

18 Oct 2026 Oleh: Tim Redaksi Pesantren
Tamrin Muhadoroh, Tradisi Latihan Ceramah 3 Bahasa Santri Dalwa Warisan Sang Pendiri

PASURUAN — Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) terus melestarikan tamrin muhadoroh atau latihan ceramah santri sebagai program rutin pekanan. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih tampil berceramah di hadapan santri lain untuk mengasah keberanian sekaligus kemampuan berdakwah.

Kegiatan digelar setiap malam Ahad pukul 21.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, para santri membawakan ceramah dalam tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah. Penggunaan tiga bahasa ini bertujuan membekali santri agar mampu berdakwah di berbagai lapisan masyarakat.

Tamrin muhadoroh dilaksanakan dengan sistem bergiliran. Para santri berkeliling dari satu kamar ke kamar lain untuk menyampaikan ceramahnya secara bergantian. Pola ini membuat setiap santri terbiasa tampil di hadapan audiens yang berbeda-beda.

Untuk menjaga kualitas, setiap kamar memiliki tim penilai yang bertugas mengevaluasi penampilan santri saat berceramah. Penilaian tersebut menjadi sarana bagi santri untuk mengetahui kekurangan sekaligus meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Program ini bukan kegiatan baru di lingkungan pesantren. Tradisi tersebut telah dijalankan sejak masa pendiri Pondok Dalwa, Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun, dan tetap dipertahankan hingga kini sebagai bagian dari pembinaan santri.

Melalui tamrin muhadoroh yang digelar secara istiqamah setiap pekan, Dalwa berupaya mencetak generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga terampil menyampaikannya kepada masyarakat sebagai bekal dakwah di masa mendatang.