Tandzif ‘Am di Ponpes Darullughah Wadda’wah: Ribuan Santri Bergerak Serentak Ciptakan Lingkungan Bersih dan Nyaman
Pasuruan — Suasana Jumat pagi di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah tampak berbeda dari biasanya. Ribuan santri dari 83 kamar tampak bergerak serentak mengikuti kegiatan Tandzif ‘Am, yaitu kerja bakti bulanan yang menjadi agenda rutin untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan pesantren.
Kegiatan yang dimulai setelah para santri bubar dari masjid ini selalu menjadi momentum penting dalam budaya kedisiplinan pesantren. Setelah diberi waktu singkat untuk berganti pakaian, para santri langsung menuju lokasi tugas masing-masing dengan penuh semangat. Meskipun durasinya hanya sekitar 15 menit, namun hasilnya sangat signifikan karena jumlah santri yang sangat banyak membuat seluruh area dapat dibersihkan dengan cepat dan efisien.
Menariknya, cakupan Tandzif ‘Am tidak hanya terbatas pada area dalam pondok, tetapi juga mencakup sebagian area luar pesantren. Setiap kamar mendapatkan tanggung jawab yang berbeda-beda, mulai dari membersihkan halaman, menyapu dan mengepel masjid, memotong rumput, membuang sampah, hingga membersihkan taman dan area hijau. Bahkan pekerjaan detail seperti mengangkat sampah kecil, membersihkan sarang laba-laba di langit-langit, menyikat lantai kamar mandi dan tempat wudhu pun tak luput dari perhatian.
Seluruh anggota divisi kebersihan turut memantau jalannya kegiatan. Mereka memastikan setiap sudut mendapat sentuhan kebersihan dan setiap kelompok menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, kehadiran mereka juga membantu mengoordinasikan santri agar proses pembersihan berjalan tertib dan merata.
Kebersamaan dan kekompakan menjadi pemandangan utama dalam kegiatan ini. Para santri tidak hanya membersihkan area yang ditugaskan, tetapi juga saling membantu antar kamar jika ada pekerjaan yang dirasa lebih berat. Hal ini semakin memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian di antara mereka.
Siddiq Budi Kusuma, salah satu santri yang turut berpartisipasi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini terasa semakin mudah karena sudah menjadi rutinitas bulanan. “Karena udah terbiasa sih ya, enteng aja. Apalagi kerjanya bareng-bareng pake alat lengkap,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi pesantren, Tandzif ‘Am bukan sekadar agenda bersih-bersih, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. Para santri diajarkan untuk hidup bersih, bertanggung jawab, dan bekerja sama dalam menjaga lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk santri yang peduli terhadap kebersihan dan kerapian.
Melalui kegiatan seperti ini, Darullughah Wadda’wah terus menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kebersamaan yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan pesantren. Tandzif ‘Am kembali membuktikan bahwa dengan kebersamaan, pekerjaan berat pun bisa menjadi ringan dan menyenangkan.